4.8.08

Idealisme SMU

Bagi saya mungkin kurang pantas ketika kita hanya membicarakan diri sendiri, tanpa melihat orang lain. Marilah kita lihat bagaimana orang-orang terkenal seperti Galileo, Newton, Napoleon, Ibnu Sina. Mereka adalah orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi, mereka adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk berusaha mewujudkan cita-cita dan harapannya. Kerja keras dan keinginan yang kuat adalah modal untuk mewujudkan cita-cita. Prinsip dan tujuan hidup juga harus kita tanamkan dalam diri kita, agar cita-cita kita tidak membawa kita ke arah jalan yang salah. Seperti misalnya ketika kita bercita-cita jadi polisi namun ternyata cara untuk menjadi polisi itu dilakukan dengan tidak sehat (suap), maka hal itu sudah merupakan hal yang tidak benar.

Setiap kita pasti memiliki cita-cita yang berbeda, ada yang sederhana dan ada yang tinggi, namun pada dasarnya setiap orang memiliki cita-cita agar menjadi lebih baik.

Dan secara otomatis hal itu akan mendorongku untuk mau berfikir, berfikir tentang segala hal yang ada di dunia ini.

Ilmu memang harus dicari dengan usaha keras dan berani menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Mengikuti jalur pendidikan seperti sekolah dan kuliah merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu. Atau dengan membaca buku sebanyak-banyaknya. Bertanya kepada orang-orang yang lebih faham juga akan menambah ilmu kita. Hal-hal baru yang kita temui dalam proses pembelajaran akhirnya akan menjadikan ilmu kita berkembang.

Test atau ujian merupakan metode yang dipakai oleh para pengajar untuk mengetahui sejauh mana ilmu tersebut mampu diserap oleh yang diajar (siswa/mahasiswa). Maka ketika kita gagal dalam sebuah ujian, hal itu bukanlah sesuatu yang hanya patut untuk disesali, tetapi sebaliknya harus menjadi penambah semangat bagi kita untuk lebih bekerja keras dalam belajar.

Cita-cita mendapat ilmu pengetahuan membuat tujuan ku dalam belajar tidak sekedar mencari nilai yang bagus lalu mendapat pekerjaan yang layak. Lebih dari itu, cita-citaku akan mendorong diriku untuk terus mencari ilmu dan pengetahuan sampai kapanpun dan dimanapun.

Orang tuaku sering mengatakan bahwa belajar bukanlah untuk mencari nilai tapi untuk mendapatkan ilmu. Dulu aku tidak mengerti apa maksud kata-kata itu. Namun sekarang sedikit banyak aku mulai mengerti, aku mulai mengerti Bagaimana Galileo tahu bahwa bumi ini berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari, aku mulai mengerti Bagaimana seorang Newton bisa menyimpulkan Hukum Gravitasi, Bagaimana Napoleon Bonaparte berhasil melaksanakan Revolusi prancis, atau Bagaimana Seorang Ibnu Sina mampu mengetahui Anatomi tubuh manusia pada zaman itu, atau seorang Einstein yang merumuskan hukum kekekalan energi.

Salah satu jawabannya adalah, mereka tidak memikirkan akan menjadi siapa / menjadi apa di hari kemudian, mereka tidak memikirkan apa cita-citanya, tetapi bagaimana mereka mewujudkan harapan mereka, bagaiman mereka berusaha keras mencari jawaban dari semua pertanyaan yang ada dalam benak mereka. Cita-citaku apa bukanlah hal yang utama, tetapi bagaimana aku mewujudkannya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( 3:191 )

Tidak ada komentar: